Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) 2009 diproyeksi melaju dari US$513 per ton, dengan fluktuasi harga, di kisaran level US$600-US$700 per ton, hampir 30% lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata sepanjang tahun ini.
Karena itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Akmaluddin Hasibuan menuturkan investasi di sektor perkebunan yang kembali lesu sejak semester kedua 2008 masih akan berlanjut hingga tahun depan.
“Dengan kondisi yang sama saat ini, harga CPO 2009 itu US$513 per ton. Jika ada peran variabel nonfundamental, seperti peremajaan dan konsumsi dalam negeri, harga masih bisa naik di US$600-US$700 per ton,” katanya kepada Bisnis kemarin.
Perkiraan harga itu dihitung dengan metode proyeksi fibonacci yang dilakukan untuk memperkirakan harga CPO pada 2009 dengan parameter kondisi yang sama dengan saat ini.
Karena itu, kata Akmal, jika pemerintah mempercepat peremajaan tanaman dan memperbesar konsumsi domestik, harga CPO masih bisa naik hingga di kisaran US$700 per ton.
Meski demikian, ujarnya, harga tahun depan masih jauh di bawah rata-rata harga tahun ini yang mencapai US$988 per ton karena lonjakan harga CPO di kisaran lebih dari US$1.200 per ton awal tahun ini.
Harga memang naik dari sekarang sekitar US$400 per ton. Namun, itu belum akan mendongrak pertumbuhan investasi.”Tahun depan, perkebunan masih akan seperti sekarang karena faktor likuiditas yang belum pulih,” ujarnya.
Dia menambahkan ekspansi areal baru dan peremajaan kebun bergantung pada perbankan.
Sebab, hasil penjualan CPO yang diproyeksi akan menyumbang devisa sekitar US$8,75 miliar pada 2009 tidak akan cukup. (Bisnis)
DIarsipkan di bawah: @General News | Ditandai: harga cpo, prediksi harga cpo
