Penurunan harga saham akibat krisis menyebabkan perusahaan sekuritas mengalami paceklik. Pada saat pendapatan turun, perusahaan-perusahaan pialang bersiap mengurangi biaya, salah satu caranya adalah mengurangi pegawai.
Penurunan pendapatan perusahaan sekuritas, misalnya, menimpa usaha jasa perdagangan saham. Dalam bisnis ini perusahaan sekuritas mendapatkan fee sebesar 0,3 persen dari nilai transaksi. Tentu saja akibat anjloknya nilai perdagangan saham di bursa, komisi penjualan yang mereka terima juga turun. Saat ini nilai perdagangan saham dalam sepekan cuma Rp 7 triliun. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai transaksi di BEI pada Februari lalu yang mencapai Rp 123 triliun per pekan.
Salah satu perusahaan sekuritas yang berencana mengurangi karyawan untuk menekan biaya adalah PT Trimegah Securities Tbk. Pada saat perdagangan saham sedang ramai-ramainya dulu, nilai transaksi yang ditangani Trimegah bisa mencapai Rp 5,9 triliun dalam sebulan. Namun, pekan ketiga November 2008 mereka hanya membukukan transaksi Rp 328 miliar. “Kemungkinan besar akan ada perampingan karena perusahaan harus melakukan efisiensi menyesuaikan kondisi keuangan,” kata Direktur Trimegah Rosinu, Selasa (25/11).
Dia mengaku, tiga sumber utama pemasukan Trimegah saat ini sedang mampet. Pertama, kegiatan broker semakin sepi. Kedua, manajer investasi yang biasanya menangani reksadana juga sepi dari order. Ketiga, kegiatan penjaminan emisi ikut ikutan sepi karena banyak perusahaan yang menunda rencana penerbitan saham atau obligasi.
Anehnya, Direktur Utama Trimegah Avi Yasa Dwipayana justru mengaku tahun depan ingin mengakuisisi satu perusahaan keuangan. Avi tak menyinggung soal rencana PHK karyawan.
Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengakui banyak anggota bursa yang mengalami kondisi ini. “Efisiensi yang dilakukan perusahaan sekuritas sangat wajar pada saat bisnis sedang lesu seperti sekarang,” katanya.
Erry menyebut penurunan nilai transaksi sebagal penyebab. Transaksi harian yang sempat mencapai Rp 5 triliun, kini tersisa sekitar Rp 1,9 triliun. “Otomatis pendapatan perusahaan sekuritas mengalami penurunan,” kata Ery.
Meskipun begitu, Direktur PT Danareksa Aloysius Kiik Ro mengaku, Danareksa tak akan melakukan pemecatan karyawan. Namun, ia mengakui, omzet Danareksa Sekuritas belakangan ini menurun. Bisnis Danareksa yang masih menghasilkan uang saat ini hanya reksadana. “Kami belum berpikir untuk merumahkan karyawan. Apalagi, karyawan yang ada merupakan tenaga ahli,” tutur Aloysius.
Namun, Danareksa mulai mengerem perekrutan karyawan baru. “Kami hanya menarik karyawan baru untuk menggantikan karyawan keluar atau pensiun. Ini normal terjadi,” ajar Aloysius.
Direktur Utama Merrill Lynch Indonesia Lily Widjaja juga berujar perusahaannya belum mengagendakan pengurangan karyawan. “Meskipun Merrill Lynch internasional sudah memangkas karyawan, kami belum berniat melakukan tindakan yang sama,” katanya. (Kompas)
DIarsipkan di bawah: @General News | Ditandai: bei, danareksa, phk pasar modal, phk sekuritas, phk trimegah securities
