Perdagangan di bursa saham diperkirakan masih akan menghangat. Tapi kenaikan indeks kemarin berpotensi memicu aksi ambil untung. Alhasil, investor pun dituntul lebih bersabar dan berhati-hati memilih saham.
Kalau profit taking benar-benar terjadi, kata seorang analis, sebaiknya investor bersiap untuk melakukan pembelian di harga bawah. Sebab, diperkirakan transaksi saham masih akan berlangsung.
Ada beberapa hal yang membuat para pelaku pasar kali ini bersikap optimistis. Pertama, seperti biasa, Desember adalah merupakan saat bagi para investor untuk melakukan aksi windows dressing.
Ini merupakan sebuah rutinitas pasar modal yang memicu pembelian saham besar-besaran. Sehingga aksi ini diyakini bakal mendongkrak harga sejumlah saham unggulan.
Selain itu, sentimen positif dari bursa efek AS juga kelihatannya masih akan bertiup. Seperti pelaksanaan stimulus ekonomi senilai US$ 800 miliar yang akan dilakukan The Fed. Dan rencana bailout yang akan dilakukan di sektor otomotif.
Sementara sentimen dari dalam negeri juga tak kalah menarik. Rencana, pemerintah mendorong belanja sebesar Rp 100 triliun diyakini akan turut mendorong transaksi di pasar saham lebih bergairah.
Nah, berdasarkan indikator-indikator itulah, para pelaku pasar memprediksi indeks harga saham gabungan pada minggu pertama Desember akan bergerak di rentang 1.200-1.300.
“Fluktuasinya memang masih akan berlangsung cukup tajam. Tapi dengan kecenderungan menguat,” kata seorang analis perusahaan sekuritas asing. Lantas saham apa saja yang pantas dikoleksi?
Secara keseluruhan, surat-surat berharga yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah tergolong murah. Namun, dalam melakukan pembelian, investor tetap harus sabar dan berhati-hati. “Karena ada kemungkinan terjadi aksi profit taking, sebaiknya tunggu sampai harganya turun,”saran sang analis.
Adapun beberapa efek yang berpotensi menghasilkan gain menarik antara lain PT Telkom (TLKM), PT Indosat (ISAT), PT Batubara Bukit Asam (PTBA) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Harga saham-saaham itu, dalam jangka pendek diyakini bakal menguat antara 5 hingga 10%.
Saham Grup Bakrie terutama PT Bumi Resources (BUMI) yang baru ‘siuman’ pun mendapat rekomendasi yang sama. Hanya saja, lantaran proses penyelesaian utang grup ini belum tuntas benar, BUMI hanya mendapat rekomendasi trading jangka pendek.
Maklum, selain menjanjikan gain tinggi, saham ini juga memiliki risiko tidak kecil. Jadi? Ya, selanjutnya terserah investor. Yang penting, tetap ingat, belilah secara bertahap dan di saat harga telah terkoreksi. (Inilah)
DIarsipkan di bawah: @General News | Ditandai: ihsg, rekomendasi saham, saham bulan desember, saham pilihan
