Pada perdagangan Selasa (9/12), indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) benar-benar menikmati euforia penguatan di Wall Street sehingga IHSG berakhir menguat 63 poin.
Namun, untuk perdagangan Rabu (10/12), ada kemungkinan IHSG akan terkoreksi setelah indeks Dow Jones merosot cukup deras, 242 poin. Ditambah lagi dengan melemahnya harga minyak mentah di level US$ 42 per barel.
Berita itu diperkirakan akan menjadi sentimen negatif di pasar lokal, sehingga akan memicu aksi ambil untung setelah kemarin semua sektor mengalami penguatan, terutama penguatan terbesar di sektor tambang, properti dan agribisnis.
Jika investor di luar sektor tambang tak terlalu memperhatikan penurunan harga minyak mentah dan tak terlalu peduli dengan anjloknya indeks di Wall Street, peluang melanjutkan rally masih cukup terbuka hari ini.
Masih cukup banyak saham yang menarik untuk dikoleksi, terutama di sektor keuangan, properti, agribisnis dan aneka industri serta konsumer.
Menurut analis pasar modal dari Optima Securities, Iksan Binarto, dengan melihat besarnya nilai transaksi saham dan juga penguatan nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, itu akan semakin menambah tingkat kepercayaan investor. (Inilah)
DIarsipkan di bawah: @General News | Ditandai: dow, harga minyak mentah, profit taking, wallstreet
