AWAL 2009, INVESTOR ‘WAIT AND SEE’

Mengawali perdagangan di tahun baru seperti layaknya petinju baru bertarung di ronde pertama, yaitu baru melakukan penjajakan seraya melihat berbagai kemungkinan dan kesempatan yang bisa dimanfaatkan.

Begitu juga dengan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin ini (5/1), yang diperkirakan tidak akan terjadi transaksi yang gegap gempita menyambut perdagangan di tahun baru.

Kalau pun ada minat investor untuk memburu saham, kemungkinan besar adalah saham-saham unggulan yang valuasinya rendah.

Sementara sektor komoditas, kemungkinan akan kembali menjadi primadona di lantai bursa seiring mulai menguatnya harga minyak mentah dunia di kisaran US$ 46 per barel menyusul serangan brutal Israel ke Palestina.

Sebagian investor diperkirakan juga akan memanfaatkan sentien positif yang dikirimkan dari Wall Street, yang pada awal perdagangan tahun ini mengalami lonjakan. Pada perdagangan pertama 2009, indeks Dow Jones melompat 258,30 poin (2,94%) ke level 9.034,69, indeks S&P 500 menguat 28,55 poin (3,16%) di posisi 931,8 dan indeks Nasdaq melonjak ke 1.632,21.

Kebanyakan investor di Wall Street optimistis menyambut pemerintahan Barack Obama yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang.

Selain itu, langkah penyelamatan pemerintah AS terhadap dua raksasa otomotif AS, General Motors dan Chrysler LLC, juga melegakan pasar sehingga kecemasan bakal ambruknya sektor otomotif dapat diredam.

Paa akhir 2008 hingga awal 2009, pemerintah AS telah mengucurkan dana pinjaman dan talangan tahap pertama bagi GM, Chrysler dan juga lembaga keuangan anak perusahaan GM, GMAC. Dengan pengucuran itu diharapkan keresahan di sektor otomotif dan kredit dapat teratasi, sehingga memacu kembali kepercayaan konsumen yang sudah ambruk. (Inilah)

 

Tinggalkan Balasan