BROKER, TAK SEKADAR PENERUS ORDER

Artikel ini Disajikan oleh Tim BEIKeberhasilan investasi di Pasar Modal ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang ternyata ikut menentukan keberhasilan investasi di Pasar Modal adalah peran perusahaan efek selaku perantara. Bagaimana hubungan yang terbentuk antara perusahaan broker dengan investor atau nasabahnya, bagaimana intensitas komunikasi antara keduanya, seberapa besar perusahaan broker mengenal dan memahami karakter nasabahnya dan yang terpenting seberapa jauh bentuk pelayanan yang diberikan perusahaan broker terhadap nasabahnya. Apakah pelayanan yang diberikan sekadar sebagai broker dealer dan hanya menyampaikan order transaksi semata, ataukah pelayanan yang diberikan menyangkut banyak hal termasuk hasil riset, rekomendasi dan bahkan komunikasi untuk membina hubungan emosional?

Pengalaman seorang investor patut disimak. Santo, sebut saja begitu, ia mulai mengenal saham sejak 1996, atau 12 tahun silam. Selain berinvestasi saham, ia juga bekerja sebagai karyawan. Setiap rupiah yang dihasilkan dari kerja sebagai karyawan disisihkan untuk membeli saham. Di waktu luang ia juga belajar tentang strategi investasi di Pasar Modal. Ia belajar tentang analisa laporan keuangan, analisa fundamental dan juga analisa tehnikal. Pendek kata, berbagai hal yang bisa menambah pengetahuan tentang investasi di Pasar Modal dilakukannya.

Sampai 10 tahun dilewatinya. Toh, tanda-tanda keberhasilan belum juga tampak. Ia pun telah berpindah-pindah perusahaan broker, hingga pada 2007 ia merasa mendapatkan perusahaan broker yang pas. Dinilai pas, karena perusahaan broker tersebut tidak berprilaku seperti metromini yang ”lebih mementingkan mengejar setoran daripada keselamatan penumpang”. Si perusahaan broker memberikan bimbingan, nasehat, pendapat dan juga riset. Kalaupun ada fasilitas margin, maka fasilitas itu diberikan secara hati-hati dan terukur. Jika nasabah ada masalah selalu dibantu untuk dicarikan jalan keluarnya. Dan ternyata dengan perlakukan broker seperti itu, investasi Santo pada 2007 tumbuh luar biasa. Kendati pada 2008 lalu terjadi penurunan indeks yang tajam sebagai dampak krisis keuangan global, Santo mengaku masih selamat berkat nasehat investasi yang diberikan oleh perusahaan broker tempat ia bertransaksi.

Ini baru satu contoh. Mungkin masih ada banyak contoh lain yang menunjukkan betapa peran perusahaan broker berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan investasi seorang investor.

Begitulah, hubungan antara investor dengan perusahaan broker memang sudah semestinya berlangsung harmonis, saling isi dan saling membutuhkan. Perusahaan broker membutuhkan investor agar bisa memperoleh pendapatan dari fee transaksi, sebaliknya investor membutuhkan perusahaan broker lebih dari sekedar penerus order. Apalagi jika diingat, bisnis di Pasar Modal pada dasarnya bisnis yang mengandalkan kepercayaan. Investor dan broker harus terbentuk sikap saling percaya dan menjaga kepercayaan.

Di saat pasar sedang lesu (bearish) misalnya, perusahaan broker selayaknya memberikan motivasi, penjelasan dan nasehat investasi yang dibutuhkan investor. Dan di saat pasar sedang bullish,? broker juga arus bisa mengendalikan dan memberikan nasehat investasi agar investor tidak terlalu bernafsu belanja saham tanpa perhitungan. Dan jika ada peluang meraih untung di pasar, sudah selayaknya perusahaan broker memprioritaskan kepentingan nasabah. Dengan begitu, investor akan betah dan loyal yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan broker itu sendiri. (Artikel ini Disajikan oleh Tim BEI-Okezone)

Tinggalkan Balasan