Nilai transaksi di bursa saham Indonesia kemarin kembali turun menjadi Rp745,6 miliar, mendekati rata-rata perdagangan pada 2003 yang tercatat sebesar Rp518,3 miliar.
Sejak awal tahun ini hingga kemarin, nilai rata-rata transaksi saham di BEI mencapai Rp1,73 triliun, mendekati kondisi pada 2004-2005. Namun, penurunan nilai transaksi ke posisi Rp744,94 miliar merupakan yang terendah sejak awal 2009.
Presdir PT Danareksa Sekuritas Andy Purwohardono mengatakan penurunan nilai transaksi itu terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah banyak pemodal yang rugi dan tersangkut pada transaksi repurchase agreement (repo).
“Banyak broker juga yang mengerem pemberian fasilitas margin kepada nasabahnya,” tuturnya kemarin.
Selain itu, ujar Andy, banyak nasabah asing menghadapi masalah dari krisis global, sehingga banyak yang melepas portofolionya.
Dirut BEI Erry Firmansyah menjelaskan penurunan nilai transaksi merupakan dampak da-ri ketatnya likuiditas global. “Pasar kita kena yang terakhir. Selain karena kredit bank yang mengecil, banyak dana nasabah yang tersangkut pada transaksi repo, dan sebagian pemodal masih menahan diri.”
Namun, di balik itu semua, valuasi saham di Indonesia tergolong murah, sehingga membuka peluang bagi pemodal untuk membeli saham pada harga murah dan tetap memerhatikan risiko. “Situasi ini seperti kembali pada 2004.”
BEI, menurut Erry, telah memprediksi adanya potensi penurunan nilai transaksi saham, sehingga target nilai rata-rata transaksi harian tahun ini hanya Rp2,75 triliun. Angka ini jauh di bawah kondisi tahun lalu sebesar Rp4,4 triliun per hari.
Managing Director PT JP Morgan Securities Indonesia Rizal B. Prasetijo belum lama ini mengatakan price to earning ratio (P/E) pasar saham di Indonesia pada Mei 2008 masih mencapai 13,1 kali, sedangkan saat ini turun ke posisi 8 kali.
Nilai tukar rupiah dalam enam pekan terakhir ini terus melemah seiring dengan spekulasi aksi borong dolar AS dari korporasi untuk pembayaran impor dan pinjaman luar negeri yang jatuh jatuh tempo pada bulan ini. (arif. gunawan@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@ bisnis.co.id)
DIarsipkan di bawah: @General News | Ditandai: saham
